Cara Pembenihan Tanaman Suren

Pendahuluan
Suren ( Toona sureni, Blume Merr ) sering ditanam diperkebunan teh sebagai pemecah angin, cocok sebagai tanaman turus jalan. Tanaman suren banyak disenangi oleh para petani di wilayah lereng Gunung Sindoro sebagai tanaman tegakan, karena pohonnya tidak begitu mengganggu terhadap tanaman tembakau yang menjadi komoditas unggulan wilayah lereng Gunung Sindoro Kab. Temanggung, selain itu kayunya mempunyai nilai jual tinggi serta memiliki sifat kayu yang baik. Beberapa bagian pohon akar, kulit dan buahnya sudah biasa digunakan oleh para petani untuk pestisida nabati.

Panen Buah untuk Bibit
Buah suren dipanen setelah berwarna coklat sebelum merekah, dengan cara mengguncang atau memangkas cabang. Jika buah sudah merekah banyak benih yang hilang, pemanenan dilakukan pada bulan Maret atau Oktober.

Pengolahan dan Penanganan Benih
Buah dijemur selama 1 - 2 hari hingga terbuka, kemudian benih dipisahkan dari sayap dan kotoran lainnya dengan penampian.

Penyimpanan
Benih suren dapat dipertahankan viabilitasnya selama 2 - 3 bulan, tetapi dengan penyimpanan dalam ruang sejuk 18 - 20 derajat Celcius.

Perkecambahan
Benih suren mudah berkecambah dan tidak memerlukan perlakuan pendahuluan. Benih ditabur di bedeng dengan naungan 60%. Perkecambahan dapat mencapai 80% setelah 4 - 7 hari. Setelah 1 bulan kecambah dapat disapih atau dipindah ke kantong plastik.


Sumber teknologi : BPPTP Bogor.

Tidak ada komentar: